PKS Indonesia
PKS Unik
Qiyadah
Parenting
Pemuda
Agenda
Suara Kader
Video
Pemuda
DPC PKS CIRACAS - 7 Jenis PERSAHABATAN, Hanya 1 sampai AKHIRAT :
1. TA'ARUFFAN
Persahabatan yang terjalin secara kebetulan, seperti pernah bertemu di stasiun kereta api, hotel, supermarket, ATM, dan lainnya.
Persahabatan yang terjalin secara kebetulan, seperti pernah bertemu di stasiun kereta api, hotel, supermarket, ATM, dan lainnya.
2. TAARIIHAN
Persahabatan yang terjalin kerana faktor sejarah, misalnya teman sekampung, satu kelas, satu sekolah, satu asrama, dan sebagainya.
Persahabatan yang terjalin kerana faktor sejarah, misalnya teman sekampung, satu kelas, satu sekolah, satu asrama, dan sebagainya.
3. AHAMMIYYATAN
Persahabatan yang terjalin karana faktor kepentingan tertentu seperti rekan bisnis, politik dan sebagainya.
Persahabatan yang terjalin karana faktor kepentingan tertentu seperti rekan bisnis, politik dan sebagainya.
4. FAARIHAN
Persahabatan yang terjalin karena faktor hobi, seperti teman futsal, badminton, memancing, sepedaan dan sebagainya.
Persahabatan yang terjalin karena faktor hobi, seperti teman futsal, badminton, memancing, sepedaan dan sebagainya.
5. AMALAN
Persahabatan yang terjalin karena kerja, misalnya sama-sama guru, dokter, arsitek dan sebagainya.
Persahabatan yang terjalin karena kerja, misalnya sama-sama guru, dokter, arsitek dan sebagainya.
6. ADUWWAN
Sahabat tetapi musuh, depan kita bukan main dia baik, tapi bila belakang kita ... Allah! Terinjak semut pun tak mati! Bermuka dua.
Sahabat tetapi musuh, depan kita bukan main dia baik, tapi bila belakang kita ... Allah! Terinjak semut pun tak mati! Bermuka dua.
Seperti firman Allah SWT : "Kalau kamu mendapat kebaikan atau kesenangan, ia menyakitkan hati mereka, bila kamu ditimpa musibah, mereka senang hati ..."
(Surah Ali Imran : 120)
(Surah Ali Imran : 120)
Rasulullah mengajarkan doa : "Allahumma Ya Allah ... selamatkanlah aku dari sahabat yang bila melihat kebaikanku dia bersembunyi tetapi bila dia melihat keburukanku dia sebarkan."
7. HUBBAN LIMAANAN
Sebuah ikatan persahabatan yang lahir batin, tulus saling cinta dan sayang kerana ALLAH Azza wa jalla, saling menolong, menasihati, menutupi aib sahabatnya, memberi hadiah, bahkan diam-diam dipenghujung malam, ia doakan sahabatnya. Boleh jadi ia tidak bertemu tetapi ia cinta sahabatnya karena Allah Ta'ala.
Sebuah ikatan persahabatan yang lahir batin, tulus saling cinta dan sayang kerana ALLAH Azza wa jalla, saling menolong, menasihati, menutupi aib sahabatnya, memberi hadiah, bahkan diam-diam dipenghujung malam, ia doakan sahabatnya. Boleh jadi ia tidak bertemu tetapi ia cinta sahabatnya karena Allah Ta'ala.
Dari 7 macam persahabatan di atas, 1 - 6 akan LENYAP di Akhirat. Yang tinggal hanya 1 ikatan persahabatan yaitu persahabatan yang ke-7. Persahabatan yang terjalin karna Allah Taala seperti firman Allah Ta"ala :
"Pada hari itu (Kiamat) sahabat - sahabat karib akan menjadi musuh bagi yang lain kecuali persahabatan kerana ketaqwaan" (Surah Az-Zukhruf :67)
Semoga kita semua menjadi sahabat seperti no 7 yang dikumpulkan dalam surga Allah. Aamiin...
Sumber : Copas FB kang Diki
DPC PKS CIRACAS -
Di suatu awal pagi...
persiapan keberangkatan pasukan muslimin ke Tabuk sedang ramai-ramainya...
ada yang menyiapkan unta... kuda-kuda... pedang.. logistik dan sebagainya..
Sang Rasul mulia sangat bangga... kaum muslimin bersiap sedia tuk
bergerak ke medan laga...
Menyiapkan segala bekal yang ada
Agar tegak Islam Mulia atau Mati menggapai syuhada...
Mengingat jarak tempuh madinah-tabuk yang tak dekat (sekitar 700 km)
namun unta dan kuda terbatas...
maka Rasul pun pasang strategi...
Satu unta untuk 3 mujahid...
Satu kuda untuk 2 mujahid....
Tunggangi bergantian…
Mendengar instruksi tersebut…dengan sigap.. para mujahid mengatur dan
merapikan seluruh perbekalannya..
Beberapa orang tua yang telah renta, beberapa pemuda datang sambil
memohon pada Rasul saw : Ya Rasulullah, izinkan kami ikut… kami ingin
menutup hari-hari kami dengan kebaikan….
Rasulullah saw melihat kesungguhan dihati mereka, sambil menepuk
pudak mereka satu persatu, sang Rasul pun berujar: Maaf kan saya,
tiada lagi unta dan kuda yang tersisa untuk mengangkut anda…
Mereka beringsut mundur dari hadapan Rasul.. sambil berurai air mata..
mereka berujar.. Ampuni hamba ya ALLAH…
Abu Dzar ada di antara mereka yang tak terangkut ikut perang Tabuk..
namun semangat mudanya bergelegak.. dia bertekad dalam dada.. biarlah
aku tak ada unta dan kuda… namun aku punya asa..
Dalam diam, Abu Dzar menyiapkan perbekalan, sekantong kurma dan
sebilah pedang berhasil ia dapatkan..
Abu Dzar pun berazzam.. Duhai ALLAH, kuatkan langkah ini.. izinkan aku
bergabung dan berjuang bersama Rasul..
Bismillahi ALLAH hu akbar..
Abu Dzar mulai melangkah.. tidak dengan kuda..apalagi unta.. dia
melangkah bersama sepasang kakinya… dia terus menapaki gurun pasir…
sendiri.. sejenak bila lelah mendera, dia pun beristirahat.. dia makan
kurmanya.. namun biji kurma itu tak dia buang..dia letakkan kembali
biji kurma itu di tempatnya.. Duhai ALLAH… saksikanlah perjalanan ini…
Berhari-hari Abu Dzar melangkah… hingga tibalah saat itu .. perbekalan
telah habis… kurma yang cuma sekantung hanya tinggal biji… abu dzar
mulai mengulum biji-biji kurma yang dia simpan… Duhai ALLAH.. Kuatkan
langkah ini…
Rasulullah memandang di kejauhan padang pasir…Rasulullah melihat titik
itu.. Rasulullah berurai air mata melihat titik itu… titik yang
perlahan semakin tampak wujudnya.. wujud pemuda perkasa yang tak lemah
dengan keadaanya.. sambil lirih Belau berujar…”Rohimallahu Aba
Dzar..Yamsyi wahidan,wa yamutu wahidan, wa yub’atsu yaumal qiyamati
wahidan-Kasih sayang ALLAH untuk Abu Dzar.. Dia datang Sendiri, dia
mati pun sendiri dan di hari kiamat..dia dibangkitkan sendiri”..
Para Sahabat terkejut dengan sabda beliau.. sambil bertanya tanya… ada
apa ya Rasulullah ??.. lihat lah disana …”Rohimallahu Aba Dzar..Yamsyi
wahidan,wa yamutu wahidan, wa yub’atsu yaumal qiyamati wahidan”. Para
sahabat melihat kearah yang di tunjung Rasulullah… titik itu semakin
dekat… dengan teriakan takbir para sahabat menyambut sang titik yang
telah tampak menjadi sesosok Abu Dzar… bergema saat itu..pekikan
takbir…
pekikan perkataan … ”Rohimallahu Aba Dzar..Yamsyi wahidan,wa yamutu
wahidan, wa yub’atsu yaumal qiyamati wahidan “
Abu Dzar membuktikan ucapannya, Abu Dzar membuktikan azzamnya… Abu
Dzar membuktikan IMAN nya…
Dan ALLAH pun membuktikan.. ALLAH pun Memuliakan Abu Dzar..
Kemulian hadir.. bukan dengan tiba-tiba… tapi Kemuliaan Hadir dengan
Usaha dan Pembuktian IMAN..
Kemenangan Da’wah Harus di awali dengan Kemenangan Ruhiyah Para
Pemikul Amanah.. (Al Anfal:60)
Biarlah ALLAH yang Memuliakan kita.. Biarlah ALLAH yang memenangkan kita..
Penulis : Maulana Muchlis
DPC PKS CIRACAS - Hujan mulai turun ketika aku sampai dimasjid ini. Aku perhatikan masih kosong, shubuh yang sepi. Hanya saja tadi saat aku menuju kesini aku temui sekumpulan anak muda masih asyik bercengkrama dengan temannya lokasinya bersebrangan dengan masjid. Miris saat ku tengok ke dalam masjid ada beberapa orang tua, yang sedang berdzikir nampaknya. Apakah sholat berjamaah dan berdzikir mesti nunggu usia senja?
Hmm…manusia kadang lupa, ingat mati jika sudah rambut dipenuhi uban dan wajah mulai keriput. Selesai sholat aku tanya seorang ustadz dimasjid itu, dimana para anak muda? ustadz itu diam tak menutup rapat-rapat mulutnya.
Lantas aku akhirnya pulang menuju rumah saudaraku. Anehnya, sepanjang perjalanan kakiku tiba-tiba berhenti saat bunyi speaker masjid itu memberi kabar ada beberapa anak muda meninggal di rukun tetangga tersebut akibat diserang pemuda kampung lain. Aku keheranan saat melihat orang tua yang aku temui dimasjid menangis tersedu-sedu ketika kabar itu disampaikan dimasjid. Ternyata salah satu dari korban meninggal itu adalah anaknya, inilah tanda kesholehan tak bisa diwariskan.
Penulis : Gilang Ramadhan
Sumber : http://www.kompasiana.com/kanggilang
pekan waktu berpakansi bersama sahabat-sahabat ku. Menyusuri desa sambil menikmati liku-liku jalan didampingi pohon dengan simbar yang gagah.
Setiap sudut jalan, kumpul para petani yang cakap dalam menanam. senyuman mereka, menghilangkan rumor desa teluh ini.
Dentuman hati ketakutan tak tampak dalam suasana desa, sibgah Tuhan kuat sekali. Dengan keyakinan tinggi, ayat-ayat selalu dibacakan menjelang fajar dan malam.
Katakanlah, ” Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh(fajar), dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan (perempuan-perempuan)penyihir yang meniup pada buhul-buhul(talinya), dan dari kejahatan orang dengki apabila dia dengki. (Al-Falaq)
Penulis : Cahyo
Sumber : forumpenulismuda.com
DPC PKS CIRACAS - Taukah kalian Maksiat Menghalangi Cahaya Ilmu?
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
•Allah ta’ala berfirman,
وَاتَّقُوا اللَّهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ
“Dan bertakwalah kepada Allah; dan Allah akan mengajarimu.”
[Al-Baqoroh: 282]
•Allah ta’ala juga berfirman,
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ
لَكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ
وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ
“Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah,
niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan (pembeda antara kebenaran dan
kebatilan) dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni
(dosa-dosa) mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” [Al-Anfal: 29]
•Al-Imam Al-Mufassir As-Sa’di rahimahullah berkata,
واستدل بقوله تعالى: {وَاتَّقُوا اللَّهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ}
أن تقوى الله، وسيلة إلى حصول العلم، وأوضح من هذا قوله تعالى: {يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا} أي: علما
تفرقون به بين الحقائق، والحق والباطل.
“Firman Allah ta’ala, “Dan bertakwalah kepada Allah; dan Allah
akan mengajarimu”, dapat dijadikan dalil bahwa takwa kepada Allah adalah sarana
untuk menggapai ilmu, namun yang lebih jelas sisi pendalilannya dari ayat ini
adalah firman Allah ta’ala, “Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa
kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan (pembeda antara
kebenaran dan kebatilan)”, maknanya adalah Allah akan memberikan ilmu yang
dengannya kalian dapat membedakan antara hakikat kebenaran dan kebatilan.”
[Tafsir As-Sa’di, hal. 105]
•Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah berkata,
{يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا} أي يجعل لكم ما تفرقون به بين الحق
والباطل، وبين الضار والنافع، وهذا يدخل فيه العلم بحيث يفتح الله على الإنسان من
العلوم ما لا يفتح لغيره، فإن التقوى يحصل بها زيادة الهدى، وزيادة العلم، وزيادة
الحفظ، ولهذا يذكر عن الشافعي رحمه الله أنه قال:
شكوت إلى وكيع سوء حفظي ... فأرشدني إلى ترك المعاصي
وقال اعلم بأن العلم نور ... ونور الله لا يؤتاه عاصي
ولا شك أن الإنسان كلما ازداد علمًا ازداد معرفة وفرقانًا بين الحق والباطل، والضار والنافع، وكذلك يدخل فيه ما يفتح الله على الإنسان من الفهم؛ لأن التقوى سبب لقوة الفهم، وقوة يحصل بها زيادة العلم
شكوت إلى وكيع سوء حفظي ... فأرشدني إلى ترك المعاصي
وقال اعلم بأن العلم نور ... ونور الله لا يؤتاه عاصي
ولا شك أن الإنسان كلما ازداد علمًا ازداد معرفة وفرقانًا بين الحق والباطل، والضار والنافع، وكذلك يدخل فيه ما يفتح الله على الإنسان من الفهم؛ لأن التقوى سبب لقوة الفهم، وقوة يحصل بها زيادة العلم
“Firman Allah ta’ala: “Niscaya Dia akan memberikan kepadamu
furqaan (pembeda antara kebenaran dan kebatilan)”, maknanya adalah sesuatu yang
dengannya kalian dapat membedakan antara kebenaran dan kebatilan, antara yang
berbahaya dan yang bermanfaat, dan ilmu termasuk yang dapat membedakan
tersebut, yaitu ketika Allah ta’ala membukakan ilmu-ilmu bagi orang yang
bertakwa yang tidak Allah bukakan untuk orang yang tidak bertakwa, karena
sesungguhnya dengan takwa seseorang akan meraih tambahan petunjuk, tambahan
ilmu dan tambahan hapalan, oleh karena itu disebutkan dari Al-Imam Asy-Syafi’i
rahimahullah, bahwa beliau berkata,
شكوت إلى وكيع سوء حفظي ... فأرشدني إلى ترك المعاصي
وقال اعلم بأن العلم نور ... ونور الله لا يؤتاه عاصي
وقال اعلم بأن العلم نور ... ونور الله لا يؤتاه عاصي
“Aku pernah mengadukan kepada guruku; Waki’ akan buruknya
hapalanku, maka beliau membimbingku untuk meninggalkan maksiat, dan beliau
mengabarkan kepadaku bahwa ilmu itu adalah cahaya, dan cahaya Allah tidak akan
diberikan kepada orang yang bermaksiat.”
Dan tidak diragukan lagi bahwa setiap kali bertambah ilmu
seseorang maka bertambah pula kemampuannya mengenal dan membedakan antara kebenaran
dan kebatilan. Demikian pula termasuk dalam makna furqaan (pembeda antara
kebenaran dan kebatilan) adalah pemahaman yang Allah bukakan untuk orang yang
bertakwa, karena takwa adalah sebab kuatnya pemahaman, dan kekuatan yang
dengannya akan menghasilkan tambahan ilmu.” [Kitabul ‘Ilm, hal. 44]
•Ketika Al-Imam Malik rahimahullah melihat kecerdasan muridnya;
Asy-Syafi’i muda yang luar biasa, maka Al-Imam Malik berkata kepada Al-Imam
Asy-Syafi’i rahimahumallah,
إِنِّي أَرَى اللَّهَ قَدْ أَلْقَى عَلَى قَلْبِكَ نُورًا، فَلَا
تُطْفِئْهُ بِظُلْمَةِ الْمَعْصِيَةِ.
“Sesungguhnya aku melihat (tanda) Allah subhanahu wa ta’ala
telah menganugerahkan cahaya (ilmu) di hatimu, maka janganlah engkau padamkan
cahaya tersebut dengan kegelapan maksiat.” [Al-Jawaabul Kaafi, hal. 52]
•Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
من الذنوب ما يكون سببا لخفاء العلم النافع أو بعضه بل يكون سببا
لنسيان ما عُلم
"Diantara dosa-dosa, ada yang dapat menjadi sebab yang
menghalangi ilmu yang bermanfaat atau sebagiannya, bahkan dapat menjadi sebab
terlupanya ilmu yang sudah diketahui." [Majmu' Al-Fatawa, 14/160]
•Al-'Allaamah Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,
فَإِنَّ الْعِلْمَ نُورٌ يَقْذِفُهُ اللَّهُ فِي الْقَلْبِ،
وَالْمَعْصِيَةُ تُطْفِئُ ذَلِكَ النُّورَ.
“Sesungguhnya ilmu itu adalah cahaya yang Allah curahkan di hati
seorang hamba, dan maksiat mematikan cahaya tersebut.” [Al-Jawaabul Kaafi, hal.
52]
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
Pembahasan Sebelumnya:
✏Peringatan dari Bahaya Maksiat #1 (Maksiat itu Racun, Penawarnya
adalah Taubat)
Aku merasa malam ini begitu dingin seperti banyak orang yang berlalu lalang didepanku. Pelan-pelan aku buka mataku serasa dingin sekujur tubuhku.
Mungkin aku ketetesan air dari pipa keran yang bocor dirumahku.
Mungkin aku ketetesan air dari pipa keran yang bocor dirumahku.
Aku berpikir sejenak, mungkin ayah lupa mengganti pipa yang bocor. Malam ini aku ingat waktu itu, jadwal aku mengaji. Aku melihat kenapa banyak wanita dan pria yang sejak tadi masih saja didepanku.
Aku lipat bajuku putih untuk segera pergi dari hadapan orang-orang itu, bergegas menuju rumah murobbiku. Hingga aku sadar aku sudah meninggal dua jam lalu, karena tertabrak saat ingin mengaji malam itu.
Masjid Amien, 14 Februari 2015 I Gilang Ramadhan
@Kanggilang03
Langganan:
Postingan (Atom)
Popular Posts
-
DPC PKS CIRACAS - Kepala Polisi Sektor Ciracas Jakarta Timur Kompol Djitu Martono mengklarifikasi tindak kejahatan perampokan ya...
-
DPC PKS CIRACAS - KAJIAN KITAB DURAR AL-SULUK FI SIYASAT AL-MULUK (Petuah-petuah Taujih Siyasi Untuk Para Raja dan Pemimpin...
-
DPC PKS CIRACAS - Konsep Active Citizen (warga yang senantiasa aktif dalam masyarakat) bisa dijadikan salah satu alternatif da...
-
DPC PKS CIRACAS - KAJIAN KITAB DURAR AL-SULUK FI SIYASAT AL-MULUK (Petuah-petuah Taujih Siyasi Untuk Para Raja dan Pemimp...
-
DPC PKS CIRACAS - JAKARTA (23/3) Mantan Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Kuan Yew meninggal dunia dini hari tadi (Senin,...
-
DPC PKS CIRACAS - JAKARTA - Masyarakat Indonesia kini harus lebih berhati-hati saat membeli beras. Pasalnya, kini ada beras plasti...
-
DPC PKS CIRACAS - Dalam suatu ketika kita akan menemukan anak-anak bercerita, dengarkan saja misalnya seperti ini. “nah ...
-
keterangan gambar : Indoberita.com DPC PKS CIRACAS - Liputan6.com, Jakarta - Siapa sangka di antara butiran nasi yang biasa dik...
-
DPC PKS CIRACAS - Sebagian Muslimin ada yang memahami agama Islam adalah agama yang membenci tawa, canda dan hiburan, ajaran Isl...
-
DPC PKS CIRACAS (20/2) - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Yudi Widiana Adia meminta Menteri Perhubungan, Ignatius Jonan untuk memang...






Recent Comment