PKS Indonesia
PKS Unik
Qiyadah
Parenting
Pemuda
Agenda
Suara Kader
Video
Kabar Ciracas
DPC PKS CIRACAS - (2/5/2015) tampak keramaian di Launching #RumahSehat yang terletak dikantor dpc pks ciracas , antusias warga sekitar membuat arus lalu lintas tersendat karena jumlah pengunjung #RumahSehatsangat banyak.
Program yang diprakarsai oleh Lemsos Dpc PKS Ciracas diharapkan memunculkan jawaban kita selaku kader untuk terus melayani masyarakat, dan tentunya menandakan partai ini bukan partai musiman.
Ditemui dilokasi Lemsos Dpc pks Ciracas yaitu Ustadz Dian Purnama, menyatakan antusias warga saat pukul 8.00 wib acara dimulai sudah amat luar biasa. Terutama kaum ibu, yang mendominasi kehadiran di acara tsb. walaupun bapak-bapak juga nampak hadir diacara hari ini.
Pak RW 010 Bpk. Syamsu saya sangat senang dengan hadirnya rumah sehat dan harapannya PKS Di Ciracas menjadi partai yang makin dicintai masyarakat , karena selalu berbagi walau ngga ada pemilu, ujar pak kumis sapaan akrab beliau. Semoga acara ini menjadi manfaat untuk lingkungan di Ciracas. (Gnr)
Keterangan : Foto (Gilang Ramadhan)
DPC PKS CIRACAS -
Berapa banyak Murobbi membina dengan penuh keikhlasan
Tapi Mutarobbi datangnya
malas-malasan
Halaqah kondusif?
Bukan urusan!
Berapa banyak Mutarobbi datang, berharap menambah ilmu dan keimanan
Namun apa daya, metode pengajaran murobbi :
atasan dan bawahan
perintah dan laksanakan
Halaqah efektif?
Bukan urusan !
Berapa banyak kelompok liqo bertebaran
Tapi rasanya, tak lebih dari sekedar prestise dan gugurkan kewajiban
Halaqah produktif?
Maaf saja...itu bukan urusan
Kalo begini terus
bukan ane, juga bukan antum yang akan jadi generasi harapan
Allah akan menggantikan, generasi baru yang pandai rapatkan barisan
By Indra Risnawan
DPC PKS CIRACAS - 1. Pernah denger tentang Mukhoyam, apa itu ? | latihan wajib dasar kepemimpinan kader PKS, melatih diri utk #TanggapBencana
2.
Melatih diri menjadi salah satu materi dakwah,
krn salah satu bentuk dakwah adalah Membantu Umat yg kena Musibah. #TanggapBencana
3.
Bagaiamana kita bisa membantu tangani musibah
jika fisik lemah dan tdk pernah latihan, di PKS ada latihan mukhoyam #TanggapBencana
4.
Menjadi terdepan membantu
masyarakat yg terkena musibah adalah kewajiban bersama. berlomba2 dlm kebaikan.
#TanggapBencana
5.
Salah satu kegiatan latihan #TanggapBencana PKS saat
ini berlangsung di bumi perkemahan Cibubur. fisik, disiplin dan kekompakkan
6.
Bencana yg sering terjadi
di Indonesia adalah banjir, para kader PKS #TanggapBencana latihan di air.
8.
Terjun didaerah banjir,
tetap gunakan standart prosedur kaos relawan dan pelampung. #TanggapBencana
9. Selain Air, PKS juga
diajarkan bagaimana melawan api, kerjasama dengan tim Pemadam. #TanggapBencana
10. Api bukan musuh, namun bisa
jadi teman di posko2 sederhana. kita juga diajarkan #TanggapBencana dgn bentuk posko
11. Wajib kader ikut
latihan #TanggapBencana bernama mukhoyam.
asik bro...cungguh :) foto @ferryardian
12. Bukan hanya fisik, latihan #TanggapBencana PKS juga full
ruhiah, 1 Juz, hafalan, Qiamulail. foto @ferryardian
13. Bencana lain bernama
longsor, Mukhoyam dipersiapkan untuk #TanggapBencana ini. berani lawan
lumpur seharian.
16. Ada yg
tanya, kenapa PKS mesti pakai seragam coklat?. Itu standart evakuasi agar mudah
bedakan relawan dan korban. #TanggapBencana
19. Latihan berbaris kita
berkerjasama dengan sub pelatihan TNI/Polri, dan kadang2 dari Paskibraka. #TanggapBencana
Penulis : @baypriyo
DPC PKS CIRACAS - Dite abimanyu, Aleg asal Dapil IV yang meliputi kecamatan Ciracas, Cipayung, Pasar Rebo, dan Makassar menemui konstituen pemilihnya di Cibubur, Kecamatan Ciracas. Inisiatif beliau selaku anggota dewan terpilih dari DAPIL IV yang hadir pagi itu, ternyata disambut meriah oleh warga dengan tabuhan marawis anak remaja karang taruna dan Pak RT 10.
Bang Dite sapaan akrab
ketua DPD PKS Jakarta Timur, hadir ke posyandu sekaligus berdialog dengan
warga tentang pelayanan kesehatan. Sebagai Aleg terpilih hal ini sudah menjadi tugas dan kewajiban beliau
bukan hal yang semestinya istimewa bagi warga harusnya. Para wakil di DPRD
semestinya bisa berdialog mendengarkan aspirasi para pemilihnya agar segala
usulan dan saran serta kritik bisa disampaikan oleh sang anggota dewan selaku
orang yang diamanahi mengawal jalannya seluruh aktivitas pemerintah.
Sudah basi
rasanya melihat anggota dewan hanya duduk manis dan tutup telinga ketika tak
ada pemilu tapi mengemis bantuan saat pemilu, semoga PKS terus amanah
mendengarkan aspirasi rakyat.(Gil/Dpc)
DPC PKS CIRACAS - Humas DPP PKS Present
"Traning Student Journalism & Public Relation"
Free for kader dan Garuda Keadilan
(Peserta terbatad 200 orang)
(Peserta terbatad 200 orang)
Fasilitas :
-Sertifikat
-Coffe break ,snack and lunch
-Traning : PR&Jurnalistik/fotografi/ videografi
-Sertifikat
-Coffe break ,snack and lunch
-Traning : PR&Jurnalistik/fotografi/
Save date : Sabtu,23 Mei 2015
Tempat : kantor DPP PKS (MD Building) jl.TB.Simatupang,No.82 ps.Minggu,Jaksel
Pesyaratan :
1.WNI (Kader/GK)
2.Pelajar/Sederajat max usia 25 tahun
3. Memiliki minat di bidang PR journalistik,fotografi dan videografi
4. Bersedia menjadi bagian dari humas PKS
1.WNI (Kader/GK)
2.Pelajar/Sederajat max usia 25 tahun
3. Memiliki minat di bidang PR journalistik,fotografi dan videografi
4. Bersedia menjadi bagian dari humas PKS
Pendaftaran :
Sms dengan format : Nama_Asal dpc_no.hp MR_kelas traning
Sms dengan format : Nama_Asal dpc_no.hp MR_kelas traning
Contoh : Muslim DPC Ps.Minggu 081234567890 fotografi
Kirim ke
Ikhwan ke 085711800139
Akhwat ke 085716706152
Ikhwan ke 085711800139
Akhwat ke 085716706152
Batas pendaftaran : 11 sampai 20 Mei 2015 Jazakallah
DPC PKS CIRACAS - JAKARTA - Masyarakat Indonesia kini harus lebih berhati-hati saat membeli beras. Pasalnya, kini ada beras plastik yang beredar di pasar. Namun, ada cara mudah untuk mendeteki keaslian beras.
"Cara mengujinya sederhana. Bakar sampel beras tersebut, lihat hasilnya apakah meleleh atau tidak. Jika meleleh itu berarti beras palsu," kata Menteri Perdagangan, Rahmat Gobel di Jakarta, Rabu (20/5).
Gobel meminta masyarakat juga turun tangan langsung dalam melakukan pengawasan. Dia mengimbau masyarakat segera melapor jika menemukan beras dengan tampilan aneh. Gobel yakin, cara itu akan mempersempit ruang gerak pengedar beras palsu tersebut. "(Masyarakat) segera lapor, kalau ada laporan saya akan cek langsung," tandas menteri sekaligus pengusaha itu. (chi/jpnn)
keterangan gambar : Indoberita.com
DPC PKS CIRACAS - Liputan6.com, Jakarta - Siapa sangka di antara butiran nasi yang biasa dikonsumsi masyarakat Indonesia kemungkinan terselip bahan berbahaya. Beras sintetis atau beras palsu yang diduga mengandung resin berbahaya mulai beredar.
Dewi Septiani (29), pedagang nasi uduk dan bubur ayam di Ruko GT Grande, Blok F 19 Nomor 37, RT 01 RW 23, Perumahan Mutiara Gading Timur, Kelurahan Mustikajaya, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, menemukan dugaan adanya beras plastik atau sintesis.
Dia menuturkan, beberapa hari lalu dia menemukan keganjilan dengan beras yang dimasaknya untuk berjualan. Sebagian beras tidak bercampur dengan air.
"Airnya itu, posisinya ada di atas nggak campur sama nasi. Pada saat masak bubur, nasinya malah ngendap ke bawah, airnya ke atas. Jadi nggak menyatu," kata Dewi Septiani.
Beras yang ia beli di kios beras seharga Rp 8 ribu per liter. Beras diduga plastik tersebut dicampur dengan beras lokal biasa seperti setra ramos karawang.
Geger soal beras palsu berbahan campuran limbah plastik, ubi, dan kentang impor dari Tiongkok ini sebelumnya terjadi di Kerala, India.
Perbedaan Beras Asli Vs Beras Plastik
Dewi mengatakan, bila dimakan, beras plastik rasanya berbeda dengan beras pada umumnya. "Rasanya tawar. Kalau bau khas nasi kan wangi, ini baunya tawar saja. Rasa di mulut agak getir," tambah Dewi.
"Warna putih, sama seperti beras asli. Bedanya kalau beras asli kan ada guratannya, kalau dia (beras palsu) halus saja," kata Dewi.
Menurut Dewi, perbedaan dengan beras asli sangat tampak sebelum dan sesudah beras plastik dimasak.
"Butiran beras yang diduga plastik berwarna bening sementara beras asli berwarna bening bercampur putih susu. Ada dua warna yang beras asli yakni bening dan putih susu," ujar Dewi Septiani saat ditemui Liputan6.com, Selasa 19 Mei 2015.
Setelah beras plastik dimasak, tampak perbedaan lagi. Beras plastik dimasak untuk dijadikan bubur nasi, tidak hancur menjadi bubur. "Padahal memasak beras asli dengan durasi waktu dan ukuran air yang sama, sudah hancur menjadi bubur."
Dewi membeli beras tersebut pada Rabu 13 Mei lalu di Pasar Mutiara Gading Timur, yang lokasinya berdekatan dengan warung nasi miliknya. Kecurigaaan mulai dirasa Dewi setelah memasak beras sintesis itu pada Senin 18 Mei kemarin. Ia pun langsung melaporkannya ke polisi.
Menindaklanjuti dugaan beredarnya beras plastik, petugas Polsek Bantargebang Bekasi, Jawa Barat, mendatangi satu toko beras untuk mengecek langsung kebenaran adanya beras plastik tersebut.
"Kami langsung mendatangi lokasi dan mengamankan satu setengah karung dari toko beras tersebut," ujar Kapolsek Bantargebang Kompol Gatot Suyanto, Selasa 19 Mei 2015.
Gatot mengatakan, selain mengamankan beras di toko tersebut, petugas juga mengamankan S (45) dan 5 anak buahnya untuk dimintai keterangan.
Temuan beras plastik ini membuat Kapolsek mengimbau masyarakat agar waspada terhadap peredaran beras oplosan yang diduga terbuat dari plastik ini. Sebab, ada kemungkinan tidak hanya 1 toko beras yang diduga menjual beras plastik ini.
"Kami masih menelusuri penyuplai beras tersebut," jelas Gatot.
Dia menyebutkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian dan pemerintah daerah untuk menyakinkan kebenaran beras plastik tersebut. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) nanti yang akan mengecek langsung untuk meneliti kandungan di dalamnya.
Bahaya di Balik Beras Palsu
Dewi Septiani mengaku setelah memakan beras plastik itu perutnya terasa sakit. Bahkan anaknya juga mengalami sakit perut.
Laman Straits Times, para ahli kesehatan dan ahli diet pun memperingatkan bahwa mengonsumsi beras palsu tersebut bisa berakibat mematikan atau merusak sistem pencernaan.
"Beberapa zat, seperti resin pada plastik tidak boleh dimakan, apalagi dalam jangka panjang. Sebab bisa menimbulkan implikasi negatif pada sistem pencernaan," kata Kepala ahli gizi National Heart Institute (IJN), Mary Easaw-John.
Menteri Pedagangan Rachmat Gobel mengaku belum mengetahui peredaran beras plastik di masyarakat. Pihaknya akan segera menelusuri sumber beras tersebut.
"Kan ada pengaduan, saya musti cek. Apakah betul ada itu atau tidak? Itu beras apa, saya belum tahu beras plastik. Saya tahunya dari kawan media semua," kata Rachmat di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa .
Menurut dia, peredaran beras plastik sangat berbahaya jika sampai dikonsumsi. Untuk itu, pihaknya akan mengatasinya dengan mencari asal beras tersebut. "Itu kan bisa mempengaruhi kesehatan dan harus kita tindak dan segera diatasi," ungkapnya.
Rachmat mengungkapkan, akan mengirim bawahnya untuk menelusuri beras plastik tersebut. Sebab, saat ini instansinya belum menerbitkan izin ekspor beras.
"Kan ada pengaduan, saya musti cek. Apakah betul ada itu atau tidak? Itu beras apa, saya belum tahu beras plastik. Saya tahunya dari kawan media semua," kata Rachmat di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa .
Menurut dia, peredaran beras plastik sangat berbahaya jika sampai dikonsumsi. Untuk itu, pihaknya akan mengatasinya dengan mencari asal beras tersebut. "Itu kan bisa mempengaruhi kesehatan dan harus kita tindak dan segera diatasi," ungkapnya.
Rachmat mengungkapkan, akan mengirim bawahnya untuk menelusuri beras plastik tersebut. Sebab, saat ini instansinya belum menerbitkan izin ekspor beras.
Tersebar di Beberapa Negara
Peredaran beras plastik itu diduga sudah tersebar di beberapa negara Asia yang penduduknya besar seperti India, Indonesia, dan Vietnam. Laman Street Timesmenyebut, beras plastik diduga terbuat dari kentang, ubi jalar, dengan resin sintetik yang kemudian dibentuk menyerupai bulir-bulir bakal nasi.
Salah satu rumor terbaru mengatakan, beras palsu telah beredar di Singapura, meskipun pemeriksaan menyeluruh guna mengungkapkan tuduhan ini memakan waktu 5 tahun.
Berita beras palsu yang disebut-sebut umum dijual di pasar China, terutama di Taiyuan Provinsi Shaanxi juga marak beredar di media sosial populer seperti WhatsApp dan Facebook. Meski kian santer diberitakan dan menjadi buah bibir di berbagai kalangan, Kementerian Pertanian dan Industri Agro Malaysia mengaku belum menerima laporan adanya beras plastik.
Sang Menteri, Ismail Sabri Yaakob, justru membantah menerima laporan tersebut. Ia malah meyakinkan bahwa konsumen akan diajarkan bagaimana mengidentifikasi beras palsu.
Meski belum tahu secara persis tentang beras palsu itu, Menteri Perdagangan Dalam Negeri Malaysia Hasan Malek akan melakukan investigasi secara nasional.
Tim investigasi akan fokus pada toko-toko kelontong kecil untuk memeriksa apakah mereka menjual beras palsu -- terutama di pinggiran dan pedesaan.
"Kami akan terus melakukan investigasi, tetapi pada saat yang sama saya ingin mengimbau konsumen untuk melapor kepada kementerian jika menemukan beras tersebut."
Sebuah video yang diunggah ke situs YouTube memperlihatkan bagaimana pembuatan beras palsu. Dalam video berjudul 'AWAS!!!! Beras Palsu buatan Negara China!!!', terlihat seorang pekerja yang tengah mengolah produk berbahaya tersebut dalam durasi 2.29 menit.
Pada awalnya, bahan seperti plastik berwarna putih dihancurkan dalam sebuah mesin. Begitu keluar dari mesin bahan yang tadinya kering tersebut berubah warna menjadi hijau kecokelatan dan mengental seperti krim.
Bahan tersebut lalu dilewatkan dalam alat seperti saringan air sehingga terbentuk helaian-helaian panjang. Di bawahnya tempat bahan tersebut mengalir terdapat bak penampungan berisi air dingin.
Begitu melewati air, bahan tersebut memadat. Bahan yang sudah menyerupai helaian benang tebal itu lalu dikeringkan. Untuk kemudian melewati mesin pemotong yang bakal mengubah bentuk bahan tersebut menjadi lebih kecil seperti bulir-bulir beras.
Sumber : liputan 6
DPC PKS CRACAS - PKS DPRa Ciracas sebagai partai yang banyak mengkampanyekan hal-hal sosial yang selalu masyarakat butuhkan. Kali ini menindaklanjuti kebutuhan masyarakat di kelurahan Ciracas yang semakin sulit menemukan seorang relawan yang siap memandikan jenazah dan mengkafan jenazah.
Ini menjadi penting bagi PKS karena jika kita tidak memandikan, mengkafani, menguburkan jenazah, maka yang berdosa bukanlah keluarganya melainkan umat Islam. Untuk itu kemaren ahad 26 April 2015 bertempat di Masjid Green Life, DPRa PKS Ciracas mengadakan Dauroh Janaiz yang menjadi salah satu program bidpuan DPRa Ciracas.
Hampir satu jam telah dari undangan yang diterima, akhirnya tepat pukul 11.15 WIB acara dibuka oleh akhuna Marno dan tilawah oleh akhuna Rizal. Minimnya peserta Dauroh Janaiz, tidak membuat surut nara sumber Ustadz Muhammad Ridwan untuk memberikan ilmunya, baik teori maupun praktek.
Dalam acara yang dikhususkan untuk kaum ibu ini, dihadiri oleh berbagai ibu-ibu dari majelis taklim, serta para simpatisan PKS. Ustadzah Nancy selaku pengisi materi acara tersebut menjelaskan betapa pentingnya seorang muslim mengetahui apa-apa saja yang seharusnya dilakukan saat mendapati saudara muslimnya yang sedang sakaratul maut maupun praktek memandikan dan mengkafani jenazah.
Ustadz Nancy, memberitahukan alat–alat yang harus ada ketika memandikan jenazah yakni: Tempat pemandian jenazah; 2 buah baskom atau semacamnya; 1 atau 2 buah bak air diisi dengan air mutlak; Baskom 1 diisi dengan air bidara atau kembang wangi (tidak mutlak); Baskom 2 diisi dengan air kapur barus; Sediakan sarung tangan 2 atau 3 helai; Masker; Sediakan kain untuk menutup mayat saat dimandikan berukuran sekadar menutup aurat mayat, sebaiknya berwarna gelap atau kain batik; Tanah debu untuk tayamum bagi mayat kanak-kanak yang belum berkhitan atau orang dewasa dan untuk mayat yang uzur; Sabun; Kapur barus; Cottonbud; Daun bidara atau kembang wangi; Tempat mayat itu hendaklah di bilik yang tertutup supaya jangan dilihat orang yang tidak berkepentingan; Sebaik-baiknya letakkan mayat di tempat yang tinggi; Selang dengan air mengalir; Gayung.
Lebih lanjut beliau juga menjelaskan siapa saja yang boleh memandikan jenazah yaitu: Orang Islam; Merdeka; Bukan pembunuh mayat; Dewasa; Bukan musuh si mayat; Orang yang jujur dan amanah (yang tidak akan menceritakan keburukan mayat); Bukan orang yang fasik; Orang yang ahli atau mengetahui mandi mayat. Serta adab terhadap jenazah bagi orang yang memandikan jenazah yakni Jangan sekali-kali menceritakan hal keburukan tubuh mayat tetapi sebaliknya disunahkan menceritakan kebaikan si mayat itu kepada keluarganya.
Setelah mempraktekkan dan menjelaskan cara memandikan jenazah, ustadz Muhammad Ridwan pun memberitahukan bahan yang harus disiapkan untuk mengkafani mayat, yaitu : Kain kafan ukuran min 4x panjang tubuh jenazah; Kapas 2 gulung; Air mawar 1 botol; Cendana secukupnya; Kapur barus; Gunting; Jika ada tikar boleh untuk alas.
Kegiatan ini akan terus berlanjut selama masyarakat membutuhkan , karena hal seperti amat sangat penting. Inilah hal yang akan terus PKS tingkatkan dan ini merupakan bentuk pelayanan yang sangat berguna dan bermanfaat dimasyarakat.(gnr)
Ket: Foto diambil oleh Bidpuan DPRa PKS Ciracas
DPC PKS CIRACAS - Tangan ini saling berhimpun, saling menggenggam dalam ikatan. Dimana semangat yang kuat melalui gerak tubuh akan diekspresikan. Setiap Kaki telanjang dan bola sepak memang adalah bola benda ajaib yang menyatukan, kaki adalah anggota tubuh yang saling berbicara berkomunikasi dalam bermain, kataku. Dimana lagi mesti dicari orang - orang yang katanya kurang kerjaan, satu bola diperebutkan, segerombolan orang.
Permainan yang membutuhkan totalitas dalam meraih kemenangan.Tetapi cobalah lihat baik-baik mereka sedang belajar arti kebersamaan. Dimanapun berada manusia tak bisa sendirian. Sendirian hanya akan memunculkan prasangka buruk kepada Tuhan. Walaupun sepak bola hanya permainan, akan tetapi ia mengajarkan suatu hal bernama kerja sama, agar kita mulai rapatkan barisan. Saling bahu membahu menutupi kekosongan. Pertandingan ada untuk memperlihatkan kebersamaan atau keegoisan yang menguasainya di lapangan.
Kader sejati parta yang militan, bukan namanya tertera tapi tak ada saat masyarakat membutuhkan. Kader sejati hadir bukan karena jenjang dibahu yang disematkan. Ia tampak sederhana, tetapi kontribusi luar biasa. Adanya kegiatan untuk membuat kader peka arti kebersamaan untuk meraih kemenangan. Peka juga arti kemenangan bukan terletak pada sebuah obsesi jabatan, tetapi sebuah nilai partai ini organisasi yang penuh kebermanfaatan. Sekarang carilah jawaban untuk segera aktif dalam segala kegiatan. Bukan sekedar dikatakan kader, lalu hadir acara akbar kepartaian, kita ada untuk sebuah misi kemanusiaan. Bekerja agar indonesia meraih kesejahteraan, bukankah itu yang kita cita-citakan? karena itulah jawaban untuk menuju kebahagiaan yang tak mungkin dilakukan sendirian. Teruslah tingkatkan pelayanan kepada siapapun masyarakat yang membutukan tanpa melihat suku, ras, dan agama , semoga milad #PKSWEET17 meraih keberkahan dan mencapai tujuan yang dicita-citakan.(Gilang)
Sumber : Media DPC PKS CIRACAS
Sumber : Media DPC PKS CIRACAS
DPC PKS CIRACAS - Kabar Gembira, PKS mengadakan Sayembara PKS ...menulis resensi film "Tjokroaminoto" dan hikmahnya bagi para da'i. Kami berharap partisipasi seluruh kader. Waktu Pengiriman dari tanggal 15 April s/d 30 April 2015 jam 23.59 WIB. Dapatkan Hadiah "VOUCHER PULSA" dari 3 resensi terbaik.
Resensi dikirim ke email : dpcpksciracas@gmail.com
Terima kasih atas perhatiannya. Jazakallah.
DPC PKS CIRACAS - Agenda mulai mengisi hari-hari kader DPRa PKS CIRACAS sabtu,11 april 2015, pukul 16.00-18.00 WIB akan dilaksanakan pra raker DPRa PKS CIRACAS yang bertempat di Kantor Sekertariat DPC PKS CIRACAS.
Para Kader DPRa PKS Ciracas diharapkan bisa mendukung terlaksananya acara tersebut agar terselenggara dengan baik, dan semoga pra raker DPRa PKS CIRACAS memunculkan gagasan-gagasan yang bisa dijadikan rumusan untuk suksesnya raker yang akan terselenggara rencanya pada tanggal 3 mei 2015, pukul 09.00 - 12.00 WIB yang bertempat di Tbc.
Semoga arahan yang menjadi point-point utama saat raker DPC PKS CIRACAS untuk DPRa bisa dijalankan menjadi program yang tidak tumpang tindih nantinya. Point utama seperti meriayah semoga terus ditingkatkan dan menjadi program unggulan di setiap DPRa agar masyarakat merasakan PKS sebagai partai yang hadir bukan hanya saat pemilu saja tetapi saat kondisi apapun. (gnr)
Info : Ketua DPRa PKS CIRACAS
DPC PKS CIRACAS - Assalamualaikum wr wb. Saudaraku yang dimuliakan Allah.
Kembali kita merajut kebersamaan dalam mengkondisikan ruhiyah serta semangat tarbiyah dan dakwah. Mengundang antum seluruh kader dalam acara mabit pada:
Hari/tgl: Sabtu-ahad,11-12 april '15.
Waktu: pukul 19.30 sd 06.00
Tempat: Masj. Daarussalam (Jl. H. Jusin rw 01, Susukan)
Muwajjih: Ust. Efendi Anwar Lc al-hafizh.
Tema: Taqwa.
Dresscode: koko putih berpeci.
Semoga dimudahkan utk hadir.
Baarakallaah.
Sumber : Media DPC PKS CIRACAS
Info lebih Lanjut : kaderisasi DPC PKS Ciracas
DPC PKS CIRACAS - JAKARTA (4/4/2015) ada yg tak biasa di acara arisan kaum bapak RT 10 RW 04, Kelurahan Cibubur, Jakarta Timur. Ketidakbiasaan itu karena dalam forum tersebut mendadak kedatangan anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS, yaitu Ustadz Dite Abimanyu. Kunjungan blusukan yg mendadak ini sebenarnya sudah biasa dilakukan oleh beliau. Selain dalam rangka menyerap aspirasi masyrakat juga dalam rangka silaturahim antara wakil rakyat dengan konstituennya.
Setelah agenda arisan selesai, Ustadz Dite Abimanyu yg membidani komisi A (pemerintahan) diberi kesempatan untuk menyampaikan beberapa hal tentang info terkini berkaitan dengan kerja-kerja anggota dewan di DKI Jakarta, diantaranya :
- tentang duduk perkara asal muasal perseteruan Gubernur DKI dengan DPRD.
- tentang akibat dari deadlock-nya APBD Pemda DKI yg membuat aktifitas pembangunan infrastruktur terhenti selama beberapa bulan ini.
- tentang beberapa kebijakan gubernur yg lebih mengutamakan tunjangan kerja para pejabat pemda DKI daripada program-program pelayanan kepada masyarakat.
Disela-sela beliau menerangkan, secara spontan beberapa warga curhat tentang perilaku gubernur DKI yg kasar dalam berkata-kata, bahkan ada yg secara terang-terangan mendukung agar hak angket DPRD dilanjutkan dengan penggantian gubernur.
"Kami siap mendukung agar gubernur Ahok diturunkan, " kata seorang warga.
"Ya benar, harusnya pemimpin itu memberi contoh yg baik ketika ia berkata-kata di media publik, ngga bisa asal ngomong kasar begitu aja." timpal yg lainnya.
"Ya benar, harusnya pemimpin itu memberi contoh yg baik ketika ia berkata-kata di media publik, ngga bisa asal ngomong kasar begitu aja." timpal yg lainnya.
Tapi dengan bijaknya, Ustadz Dite mengajak agar kita semua bisa mengambil sisi positif dari kejadian-kejadian yg dikeluhkan warga tersebut. Bagi beliau sebagai anggota dewan, akan meningkatkan pengawasan terhadap kebijakan-kebijakan gubernur, dan bagi masyarakat agar ini bisa dijadikan pengalaman berharga untuk lebih berhati-hati dalam memilih pemimpin di masa yg akan datang.(DC)
Sumber:Dwi Cahyadi
DPC PKS CIRACAS - Ikhwanfillah mari kita simak renungan halaqah kita selama ini. Mari kita pelajari hikmah-hikmah yang dipaparkan dibawah ini.
1. Tarbiyah itu bermakna; tumbuh, berkembang, merawat
2. Artinya Tarbiyah itu selalu menghasilkan yang lebih baik dari waktu ke waktu
3. Dalam konteks Dakwah, Tarbiyah itu harusnya punya dampak perubahan (taghyir) dan mewarnai (shibghah)
4. Perubahan atau warna pada pribadi, keluarga, masyarakat, aturan/hukum, Negara dan dunia (tertib amal dakwah)
5. Jadi secara manhaj, Tarbiyah itu bukan hanya sekedar membentuk Pribadi Muslim, tetapi juga merubah masyarakat dan negara
6. Manhaj Tarbiyah 1433 Hijriyah adalah Manhaj terkini, sudah melalui evaluasi manhaj-manhaj sebelumnya…
7. Waktu Saya baru Tarbiyah di awal 1990-an Manhaj Tarbiyah kita baru mengenal T1 dan T2
8. T1 itu untuk Materi Tarbiyah dlm membentuk Syakhsiyah Islamiyah, T2 itu untuk Materi Tarbiyah dlm membentuk Syakhsiyah Daiyah
9. Coba deh lihat lagi Buku Materi Tarbiyah susunan DR Irwan Prayitno, itu memuat materi T1 dan T2…
10. Di Manhaj 1433 H, Visi Tarbiyah sudah berkembang dan mencoba menjawab tantangan dakwah masa kini
11. Bukan sekedar membentuk Syakhsiyah Islamiyah dan Daiyah saja tetapi lebih dari itu
12. Visi Tarbiyah 1433 H mengharapkan aktivitas tarbawi mampu menghasilkan kader yang Rabbani
13. Misi Manhaj Tarbiyah diarahkan untuk aktivitas kaderisasi dalam rangka:
14. Membentuk Syakhsiyah Islamiyah yang memiliki kekokohan iman, ilmu dan amal
15. Membentuk Syakhsiyah Daiyah yang mampu menjadi Murobbi dan beramal jama’i
16. Membentuk Syakhsiyah Ijtimaiyah yang memiliki keahlian, kepedulian dan menjadi tokoh di masyarakat
17. Syahkhsiyah Dauliyah yang memiliki wawasan global dan menjadi pelopor perubahan dan negarawan
18. 4 Misi Manhaj Tarbiyah diatas sudah komprehensif mencoba menjawab tantangan dakwah masa kini
19. Namun dalam implementasi dan efeknya apakah sudah seperti yang diharapkan???
20. Mutabaah Yaumiyah; Sholat di Masjid, Tilawah, Al Matusrat, Shaum, Dhuha, QL,dll aktivitas yaumiyah adalah urusan sejak diawal tarbiyah
21. Ibadah Yaumiyah adalah basis amal soleh kita, basis pertahanan spiritual kita sebagai kader dakwah…dan itu sejak awal tarbiyah ditempa
22. Namun substansi Ibadah Yaumiyah kita lama kelamaan berubah menjadi sekedar ritual mutabaah dan bersifat kuantitatif…
23. Sekedar isi form-form Tarbiyah untuk memenuhi derajat kuantifikasi kualitas kader…
24. Form-form itu adalah alat evaluasi, bukan kualitas ibadah itu sendiri…kualitas kader tidak serta merta bisa diukur dengan angka2…
25. Kadang halaqoh kita hanya sekedar berasyik dengan persoalan pribadi kita masing-masing ditengah persoalan ummat yang demikian dahsyatnya
26. Status “ikhwah” atau “akhwat” dalam persepsi Tarbiyah disandang selama dia aktif dalam halaqoh…
27. Apakah dia berkontribusi dalam dakwah kadangkala tidak menjadi ukuran lagi, apalagi yang sudah menyandang kader “assabiqul awwalun”…
28. Padahal pemenuhan Amal Yaumiyah adalah hanya tahap awal dari implementasi Misi Manhaj Tarbiyah yaitu membentuk Syakhsiyah Islamiyyah…
29. Tiga misi lagi yang harus di implementasikan; membentuk Syakhsiyah Daiyah, Syakhsiyah Ijtimaiyah dan Syakhsiyah Dauliyah…
30. 4 Misi pembentukan Syakhsiyah ini integral,tdk bisa pisah,pisah sama saja dg “sekulerisasi tarbiyah”,memisahkan Tarbiyah dg realita
31. Perintah Sholat tdk pernah lepas dr Perintah Zakat & Infaq, Artinya ubudiyah kita harus punya dampak muamalah/dunia realita
32. Tetapi kebanyakan “mindset” kita sebagai kader Tarbiyah belum tumbuh dan berkembang
33. Kader Tarbiyah yg jadi anggota LMK, Ka RT/RW, Kades, Ka Posyandu, Ka PKK ternyata blm dihitung mjd muwashoffat Tarbiyah yang signifikan
34. Menjadi tokoh public perlu kemampuan dan pengorbanan juga…
35. Jadi Ka RT & jadi Ustadz yang ceramah sana-sini scr manhaj punya manfaat & efek ke masyarakat tapi mungkin status Ustadz lebih mentereng
36. Padahal kader Ka RT bisa jadi lebih punya pengaruh signifikan kpd perubahan masyarakat drpd Ustadz yang ceramah dari mimbar ke mimbar
37. Tdk bermaksud membandingkan Ustadz dg Ka RT,tidak apple to apple,tapi kalau ada misi Syakhsiyah Ijtimaiyah, maka persepsi kita hrs tumbuh
38. Dlm konteks manhaj,kader Robbani kesolehannya harus juga masuk dalam wilayah masyarakat & Negara,bahkan harus menjadi pelopor perubahan
39. Namun porsi di halaqoh dalam menginisiasi perubahan di masyarakat kecil…
40. Qodhoya wa Rawa’I kita lebih banyak pada persoalan-persoalan personal kita, belum banyak menyentuh dalam menginisiasi perubahan…
41. Bahkan banyak juga Kader yang alergi kalau evaluasi isinya banyak membahas program2 dakwah di masyarakat, ngabisin waktu halaqoh katanya
42. Padahal Halaqoh adalah bertemunya para kader selain dalam ikatan ukhuwah tapi juga dalam rangka berkonsolidasi untuk merubah masyarakat
43. Kalau Halaqoh hanya sekedar meningkatkan kesholehan pribadi,tanpa kesolehan sosial sama saja kita sdg melakukan “sekulerisasi tarbiyah”
44. Hasan Al Banna bangun dakwah tarbiyah punya visi “proyek perubahan” : efek yg diharapkan dr dakwah tarbiyah adalah perubahan (Taghyir)
45. Era partai,peran2 perubahan di masyarakat diserahkan ke struktur Partai, seakan2 melayani & merubah masyarakat adl urusan pengurus Partai
46. Terjadilah lagi pemisahan peran-peran dakwah menjadi terkotak-kotak…
47. Ada kader struktur dan kader non-struktural… ada kader tarbawi dan kader siyasi…”sekulerisasi tarbiyah”
48. Padahal dalam 4 Misi Manhaj Tarbiyah Kader Robbani itu adalah dia punya Syakhsiyah Islamiyah dan Daiyah, dia juga punya kepedulian
49. Dan menjadi tokoh di masyarakat dan dia juga seorang pelopor perubahan dan sekaligus juga seorang politisi dan negarawan…
50. Kalau pemisahan terjadi karena faktor kemampuan & spesialisasi oke saja,tetapi kerangka koordinasi & amal jama'i bkn ijtihad personal
51. Karena kalau ijithad personal maka akan terjadi kecemburuan dalam bangunan dakwah kita…
52. Tarbiyah kita harus sdh mulai bahas hal2 yang lebih progresif utk kemaslahatan ummat…
53. Tidak lagi hanya sekedar membaca Risalah Pergerakan tanpa mempunyai rencana eksekusi di lapangan…
54. Ketika membaca Risalah Pergerakan seharusnya apa yang dibaca itu menjadi referensi utk mengeksekusi proyek2 perubahan di masyarakat
55.Kalau cuma sekedar baca & diskusi Risalah Pergerakan tanpa ada eksekusi lapangan percuma…hanya jadi kitab diatas kertas asaja
56. Sekedar lembaran-lembaran tanpa arti…
57. Padahal Risalah Pergerakan adl stimulasi yang penting utk merencanakan proyek2 perubahan di masyarakat…bukan sekedar bagian agenda ritual
58. Ketika setiap Halaqoh punya wilayah garapan dakwah baik yang teritorial ataupun segment, maka dakwah ini akan tumbuh dan bergulir…
59. Targetnya adalah “perubahan”, bukan sekedar “suara" pemilu
60. Dakwah akan tetap menjadi pemenang ketika dengan dakwah ini semakin banyak orang yang kembali ke jalan Allah
61. Al Islamu Qobla Jamaah…(Menyeru Islam sebelum menyeru pada organisasi)...salah satu prinisp dakwah...
62. Halaqoh muntijah bukan sekedar menjadikan adho didalamnya sholeh dan sholehah saja, kalo itu saja maka baru ¼ tarbiyah…
63. Halaqoh secara manhaj tarbiyah harus bisa menghasilkan kader pelopor perubahan dimana saja mereka berada,dalam situasi dan kondisi apapun
64. Tarbiyah ini harusnya melahirkan kader militan, yang giat bermanuver utk pengembangan dakwah dan juga memiliki pengorbanan yang tinggi…
65. Tdk cengeng dan stagnan,hanya senang di “comfort Zone” dan berasyik dg kesolehan sendiri tapi mengabaikan kerusakan di masyarakat…
66. Halaqoh bukanlah sekedar tausiyah, talaqqi madah, mutabaah yaumiyah, qodhoya rowa’i….
67. Halaqoh adl sarana utk menghasilkan kader seperti Mus’ab bin Umair yang pergi ke Madinah utk menaklukkan Madinah dalam pangkuan hidayah…
68. Halaqoh idealnya melahirkan kader yang siap turun ke lapangan menjadi fasilitator hidayah Allah untuk ummat…tanpa menunggu perintah
69. Tanpa menunggu taklimat dan tanpa jabatan structural…
70. Halaqoh bukan sekedar merencanakan program yaumiyah kita, program tarbiyah ailiyah kita…tapi juga merencanakan program-program perbaikan
71. Merencanakan program-program perbaikan pemuda dan masyarakat dari akhlaq jahiliyah, dari fikroh ngawur dan dari aqidah sesat…
72. Ketika Halaqoh sekedar memenuhi target kesolehan pribadi tanpa menjadi pelopor perbaikan di tengah-tengah masyarakat
73. Maka pada saat itulah Halaqoh berlari dari dunia amalnya….
Sumber : https://twitter.com/Taujih_ Sosmed
Langganan:
Postingan (Atom)
Popular Posts
-
DPC PKS CIRACAS - Kepala Polisi Sektor Ciracas Jakarta Timur Kompol Djitu Martono mengklarifikasi tindak kejahatan perampokan ya...
-
DPC PKS CIRACAS - KAJIAN KITAB DURAR AL-SULUK FI SIYASAT AL-MULUK (Petuah-petuah Taujih Siyasi Untuk Para Raja dan Pemimpin...
-
DPC PKS CIRACAS - JAKARTA - Masyarakat Indonesia kini harus lebih berhati-hati saat membeli beras. Pasalnya, kini ada beras plasti...
-
DPC PKS CIRACAS - Konsep Active Citizen (warga yang senantiasa aktif dalam masyarakat) bisa dijadikan salah satu alternatif da...
-
DPC PKS CIRACAS - Hidup dipenuhi suara dering telepon selular. Pikirannya selalu memikirkan banyak pekerjaan, ia seperti dirantai o...
-
DPC PKS CIRACAS - Dalam suatu ketika kita akan menemukan anak-anak bercerita, dengarkan saja misalnya seperti ini. “nah ...
-
DPC PKS CIRACAS - KAJIAN KITAB DURAR AL-SULUK FI SIYASAT AL-MULUK (Petuah-petuah Taujih Siyasi Untuk Para Raja dan Pemimp...
-
DPC PKS CIRACAS - JAKARTA (23/3) Mantan Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Kuan Yew meninggal dunia dini hari tadi (Senin,...
-
DPC PKS CIRACAS - (12/03/2015) Malam itu di DPC kedatangan para begal, sekitar 15 Motor pengurus DPC dan DPRa, mereka malam itu mem...
-
DPC PKS CIRACAS - Sebagian Muslimin ada yang memahami agama Islam adalah agama yang membenci tawa, canda dan hiburan, ajaran Isl...

















.jpg)
Recent Comment